DPRD Kalteng

Ketertiban Lingkungan Dimulai dari Kepedulian Warga

yd
Ketertiban Lingkungan Dimulai dari Kepedulian Warga
Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng, Junaidi

Hai Kalteng - Palangka Raya - Menjaga suasana daerah tetap aman dan nyaman tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan. Kesadaran warga untuk saling menghormati, peduli terhadap lingkungan, serta menjaga hubungan sosial dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang kondusif di Kalimantan Tengah.

Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng, Junaidi, mengatakan kondisi keamanan dan ketertiban akan lebih mudah dipelihara apabila masyarakat ikut mengambil peran. Menurutnya, kepedulian antarwarga dapat menjadi langkah awal untuk mencegah munculnya persoalan yang berpotensi mengganggu ketenteraman bersama.

(Baca Juga : Fraksi PDIP Soroti Pemerataan Pembangunan Kalteng dalam Perubahan APBD 2026)

“Keamanan lingkungan bukan semata-mata tugas aparat. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana yang tertib dan saling menghargai,” kata Junaidi dalam kegiatan kebersamaan yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat di Kota Palangka Raya, baru-baru ini.

Ia menyebut kehidupan yang harmonis membutuhkan komunikasi dan kebersamaan antarelemen. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat, lanjutnya, hendaknya tidak menjadi alasan untuk menimbulkan perpecahan.

Junaidi juga mendorong masyarakat agar tidak bersikap acuh terhadap kondisi di lingkungan masing-masing. Menurut dia, kepedulian sederhana seperti menjaga hubungan baik dengan tetangga dan menyelesaikan persoalan secara bersama dapat membantu mempertahankan suasana daerah tetap damai.

“Semakin kuat kepedulian masyarakat, semakin besar pula peluang kita mempertahankan Kalteng sebagai daerah yang aman untuk menjalankan berbagai aktivitas,” ujarnya.

Karena itu, sinergi pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat perlu terus diperkuat. Kondisi sosial yang stabil dinilai akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.